Pertemuan Rahasia

re

Ada sesuatu di antara kita yang belum, dan tak akan pernah selesai. Ciuman hangat di balik pintu. Genggaman tangan sepanjang rel sunyi. Dosa-dosa yang menjadi tanda di setiap tikungan kota ini.

Malam bergegas menuju jalanan macet, klab-klab penuh pemabuk dan wanita malam. Lampu-lampu dinyalakan. Hati-hati dimatikan.

Kekosongan begitu pandai bersembunyi di balik wajah kita. Sedang rindu menyergap kita dari segala sisi. Kita saling bertanya, apakah perlu dikenang kembali kebodohan-kebodohan itu? masa lalu selegam rambut sendiri.

Aku menemukan keraguan melayang-layang di matamu yang laut. Aku menatap langit yang tiap detik meredupkan nyalanya. Bukankah waktu telah berhamburan bagai kapas tertiup angin. Setelah jalan berubah menjadi  hutan yang makin menyesatkan arah langkah. Setelah seseorang di antara kita menuju utara, sedang lainnya menuju  timur laut. Menuju bayang-bayang matahari.

Cinta, kita terjemahkan sebagai makna yang tak akan orang lain pahami. Kita tak pernah belajar untuk saling melupakan, kita hanya ingin dikenang sebagai Episode Kecil yang mungkin bisa diingat saat menyeruput secangkir kopi.

“Kita mungkin perlu mengenal lebih dekat (lagi). Tangan-tangan kita, bibir-bibir kita, dada-dada  kita, kisah rumit yang menganggap diri mereka masa lalu. Masa lalu menjelma hari ini.” Katamu, sambil terjun ke mataku.

Di hotel murahan.

Kita bagai puisi yang tak pernah bosan dibacakan,

Sebelum malam selesai, sebelum yang memiliki  menemukan kita berbaring di sini.

Rencana Besar

Akan kuciptkan langit di wajahmu. Langit  yang mampu menampung awan  dengan berbagai  bentuk binatang dan alat-alat rumah tangga , dimana anak-anak kecil betah memandangi dan berkhayal tentang impian mereka.Langit yang sanggup menampung kesedihan Seorang Tua Rapuh karena kepergian anak-anaknya. Langit  yang mampu mengubah setiap kesedihan menjadi  awan kabut, sebelum kemudian hujan.

Akan kuciptakan  bola cahaya redup tapi menerangkan di matamu, dimana orang-orang buta dapat menemukan jalannya. Dimana bintang-bintang mampu menjadi pijar, tanpa takut bertemu pagi . tempat dimana gelap selalu amat terasa mudah digapai cahaya.

Akan kubangun sungai  antara mata dan bibirmu. Sungai bagi para petani yang hendak mengairi sawah-sawahnya. Sungai bagi para musafir yang kecapaian, lalu berhenti sejenak, sekedar membasuh muka, atau minum sepuasnya. Sungai yang mampu menghanyutkan setiap luka  hingga  ke Samudra Hindia.

Akan kutanami dadamu ribuan pohon dari berbagai ordo dan family. Agar tercipta sebuah hutan tropis yang teduh. Dimana segala purba terjaga. Dimana kanopi dan udara lembab abadi bagi  binatang-binatang yang tak sempat kita jumpai.

Akan kuciptakan…  Ah, tapi  bukankah kau telah begitu sempurna.

Ciputat, 7 Juni 2012