Kronologi

1)

Aku akan menelponmu sebelum engkau mengingat pelukan terakhir kita, hingga kau merasa hatimu seperti kesedihan yang mengalir bagai sungai setelah hujan turun. Menampar-nampar batu kali, memukul-mukul akar-akar bakau. Hingga kau merasa perlu menjadi seorang utusan tuhan yang mampu menghentikan arus, menidurkan gelombang bahkan memindah atau membakar hujan.

2)

Engkau mengambil handphone yang tergeletak di atas ranjang. Dari kepalamu lalu berlarian awan-awan berbentuk kelinci dan beruang. Cahaya bagai air terjun dan kita di bawahnya berjalan mirip adegan-adegan komik roman Jepang. Menuju rumah. Kita saling tuduh siapa di antara kita yang paling pertama mengucapkan Kalimat itu. Kau bersikukuh bahwa kaulah yang paling dulu, tapi akupun berani membawa nama tuhan sebagai pengawalku.

Hening  melintas di halaman rumah, dan senja tiba-tiba menjadi warna jeruk.

3)

Sebuah sinyal menggangu sinyal yang lainnya. Sesuatu ingin berbicara, sedang  sesuatu yang lainnya tak pernah  ingin mendengar,  dia merasa lebih berhak untuk berbicara. Komunikasi sederhana yang diperumit oleh  modernitas itupun  tak pernah terjadi. Rindu mengacaukan semuanya.

Begitu, begitu terus hingga sisipus yang mendorong batu ke bukit,  lalu menjatuhkannya lagi ke pantai   itu berhenti, kecuali suatu malam saat seseorang  merasa ingin memberi ruang untuk rindu yang lain masuk ke tubuhnya.

“Halo” suara kita saling sahut bersamaan.

Dunia tak lagi menerjemahkan dirinya dalam kata-kata.

Mendadak waktu mengekalkan adegan dan segala sesuatu.

Iklan

14 thoughts on “Kronologi

  1. bagus,:D baca tulisan2mu beberapa seperti baca diri sendiri , kisah hdup yg tak mampu terungkap dgn kata. seperti milikmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s