Biar Kuajari Kau Cara Berpuisi

Tanpa kutahu asal mulamu, tanpa kupahami bagaimana terciptamu, tiba tiba saja kau muncul di hariku. Kau ini aneh, semula tiada lalu ada, semula maya, lalu nyata. Kau seperti siluman.

Atau mungkin sebenarnya kau memang siluman, seperti yang ada dalam dongeng dongeng itu. Yang bisa merubah bentuknya menjadi apa saja seperti yang dia mau. Jangan jangan suatu saat ketika aku lengah (saat tidur mungkin), kau akan menerkamku, mengoyak tubuhku, lalu memakan satu persatu organ tubuhku secara mentah mentah. Baiklah, prasangkaku terhadapmu nampaknya terlalu berlebihan.

Tahukah kamu, bahwa sejak kehadiranmu, sepi itu pelan pelan pergi. Sepi yang dari dulu selalu mengikutiku kemana mana, seperti hewan peliharaan dengan tuannya. Sepi yang berdiri di pintu ketika aku mandi, sepi yang duduk di lantai ketika aku makan, sepi yang menempel di selimut ketika aku tidur. Dia telah pergi. Mungkin dia takut dengan kamu, atau mungkin dia cemburu dengan kamu, karena kita terlalu sering menghabiskan waktu berdua. Sekedar ngobrol sesuatu yang tak ada gunanya. Eh, tunggu dulu. Segala sesuatu itu selalu berguna buatku.

Kau paling suka bercerita tentang pengalamanmu bercinta dengan bulan. Kau bilang bulan itu jelek, tapi lucu, bulan itu brengsek tapi cinta kamu. Aku cuma mengangguk saja sambil sesekali mulut menganga saat mendengar ceritamu. Kau bilang aku tak memperhatikan ceritamu. Bukan, bukan itu, aku hanya bingung mengikuti jalan pikiranmu.

Kau paling tidak suka melihat kamarku berantakan. Potongan ragu, sobekan sobekan gelisah berserakan dimana mana. Ya kamarku memang juaranya berantakan. Kau bilang kamar yang berantakan bisa membuat masa depan berantakan pula. Kau mulai sok tahu, tapi diam diam aku mempercayai kata katamu.

Saat aku pergi, tanpa seijinku kau masuk ke kamarku. Membereskan, membersihkan kamarku. Bola bola kertas yang menumpuk bersama rasa malu kau buang. Meja yang tak beraturan kau atur posisinya. Di dinding kau gantung pula lukisan benda bulat warna perak, kau bilang itu gambar matahari. Biar hidupku selalu bersinar seperti matahari, katamu. Kau semprotkan pula pewangi ruangan yang harum sekali di kamarku. Wah kamarku jadi seperti surga. Meski sebenarnya aku belum pernah ke surga, tapi menurutku surga (setidaknya yang paling jelek) adalah seperti kamarku saat ini.

***

Aku kagum denganmu. Aku ingin membuat sesuatu sebagai ungkapan terima kasihku padamu. Aku ingin memberimu kejutan.

Akan kubuatkan kau sebuah puisi. Aku tahu, kau tak terlalu suka dengan puisi. Kau bilang puisi itu cuma kata kata yang ngelantur dengan bahasa tak jelas. Puisi itu adalah milik pemalas yang senang memelihara rasa sakit dalam dirinya. Katamu lagi. Tapi aku tak peduli, kau harus dibuatkan puisi, kau harus dicekoki puisi, biar makin cantik, biar makin cerdas berbudaya.

***

Pagi pagi sekali aku masuk ke kamarmu. Kau masih mendekap sebentuk mimpi, sedang tubuhmu didekap selimut. Sebenarnya aku tak tega membangunkanmu, tapi kau harus dengar puisi ini sebelum terbit matahari.
Kutepuk punggungmu pelan pelan, kau langsung membalikkan badan. Rupanya kau memang bukan tipe yang sulit dibangunkan. Kau menggeliat, mulutmu menguap, lalu membuka matamu pelan pelan. Kau nampak agak kaget melihatku sepagi ini sudah duduk di kamarmu, tapi itu tak berlangsung lama.
“selamat pagi, aku ingin berterima kasih padamu, karena kau yang entah sengaja atau tak sengaja, telah masuk ke duniaku. Kau telah mengubah hitam menjadi biru, kau telah menyihir kabut jadi embun, kau telah menyulap bunyi menjadi lagu. Maka biarkan aku menbacakan sebuah puisi untukmu”

kau mengernyitkan dahi.
“puisi? Aku kan belum mau mati” katamu. Tahu gelagat yang aneh di wajahku, kau lalu tersenyum, dan buru buru menarik lenganku, memasukkanku dalam selimutmu.
“kemarilah, bacakan puisi itu di telingaku, sambil kuajari kau membuat puisi paling indah” bisikmu.

Aku dijerat erat oleh pelukan. Beberapa desah berjatuhan dari atas ranjang. Sementara, matahari belum datang pagi itu.

Iklan

9 thoughts on “Biar Kuajari Kau Cara Berpuisi

  1. yiaaah, serasa ikut masuk ke dalam kamar. saya sukaaa sekali, pengalaman megobrak-abrik kamar orang juga, hehe, terimakasih mas @sihirhujan, jadi terinspirasi. saya juga mau buat #edisikamar aah..
    wkwkwk =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s