Dua Dilema Dalam Satu Sajak

E : Semburat surya, memanggil senja. Kamukah itu yang menyapaku lewat udara?

S : Aku adalah sepasang rindu yg tak terbaca. Memanjat lengkung bianglala. Adakah matamu menerima isyarat cahaya?

E : Mataku buta oleh kemilau dunia. Kujenguk hati nurani, ada seulas senyum murni. Kusapa namun diam saja,tak terdengarkah?

S : Kau clurit sunyiku. Lalu berhamburan hari-hari sakura. Menyesak ke paru, langit dan lorong lorong cuaca

E : Kau penyihir ajaibku. Mengubah luka menjadi warna, membuang keping pedih meski langkahmu tertatih.

S : Tapi dongeng dongeng tlah membohongi kita. Selalu ada ruang yg tak bisa kita masuki bersama. Lalu memeram rindu dan rasa dlm gelas gelas kaca.

E : Namun fana kembali dengan egoisnya. Ruang yang tak mungkin terseberang, pintu hati yang terpaksa dikunci dan jendela berterali besi.

 

note : sebuah kolaborasi balas balasan puisi antara di twitter, antara @elnasinaga dan @sihirhujan.

Iklan

One thought on “Dua Dilema Dalam Satu Sajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s